Saturday, June 2, 2012

Contoh Kasus Stress and Health


Pada kasus kali ini saya akan mengambil contoh dari cara mengatasi stres. Cara mengatasi stres terdiri dari 2 yaitu, effective coping dan ineffective coping. Yang akan saya uraikan dibawah ini adalah mengenai ineffective coping.
Ineffective Coping merupakan suatu cara yang salah dalam mengatasi atau menghadapi stres. Stres merupakan  respon atau reaksi terhadap situasi yang melampaui kemampuan seseoarang dalam menghadapinya.
Ineffective Coping terdiri  dari 3, yaitu :
1.      Withdrawal                 : Menghadapi masalah dengan menarik diri dari masalah tersebut
2.      Aggression                  : Marah terhadap penyebab masalah tersebut
3.      Self Medication          : Melampiaskan stres dengan menggunakan tembakau, alkohol, dll.


1.      Withdrawal
Saya merupakan orang yang kurang konsisten dalam berpendirian, selain itu terkadang saya kurang mempunyai keberanian yang cukup dalam mengahadapi masalah.
Contoh:
Saat kelas 1 SD saya jarang masuk sekolah dikarenakan sakit, selain itu dikarenakan saya yang masih kurang bisa beradaptasi dengan baik dilingkungan baru saya. Saat saya tidak masuk sekolah, ternyata guru memberikan PR yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Saya tidak tahu bahwa guru memberikan PR, sehingga saat saya datang keesokan harinya saya dan beberapa teman saya diberikan hukuman karena tidak mengerjakan PR. Beberapa minggu  kemudian saya kembali sakit dan tidak datang ke sekolah, seperi biasa guru kembali memberikan tugas untuk dikumpul keesokan harinya. Dikarenakan saya yang takut dihukum kembali, maka keesokan harinya saya masih tidak mau kesekolah dengan alasan saya masih tidak enak badan, padahla alasan yang sebenarnya adalah untuk menghindari hukuman tersebut. Saya merasa sudah aman karena telah melewati hari dimana saya seharusnya mendapat hukuman, ternyata saat saya kembali masuk kesekolah guru tetap memberikan hukuman. Saya baru menyadari bahwa saya teta harus bertanggung jawab atas perbuatan saya dan menghindari masalah bukanlah cara yang tepat.

2.      Aggression
Saya merupakan orang yang temperamental, biasanya yang selalu menjadi pelampiasan kemarahan saya adalah adik saya yang berusia 2 tahun lebih muda dari saya. Jika saya mengalami suatu hal yang saya lakukan bersama dengan adik saya, kemudian kami mengalami kesalahan dan saya mulai panik, maka adik saya selalu menjadi tempat pelampiasan kemarahn saya.
Contoh:
Saat saya sedang mengerjakan tugas, kemudian adik saya mengajak saya pergi kesuatu tempat. Kemudian saya  menuruti permintaannya, tidak munafik saya menikmati perjalanan tersebut. Tetapi saat sampai dirumah terlalu lama, kemudian tugas saya terbengkalai maka saya menyalahkan dia mengapa mengajak saya keluar, padahal sebenarnya itu kesalahan saya yang tidak menyelesaikan tugas terlebih dahulu. Sekarang saya menyadari bahwa cara melampiaskan kemarahan pada orang lain bukanlah ara yang efektif karena selain itu tidak dapat menyelesaikan masalah, itu juga dapat menyakiti hati orang lain.

3.      Self-Medication
Saya bukanlah pengguna tembakau ataupun narkoba. Tetapi saya sering melihat orang-orang disekitar saya menggunakan tembakau, seperti rokok. Biasanya intensitas mereka menggunakan tembakau ini semakin meningkat saat mereka sedang menghadapi suatu masalah.
Contoh:
Salah seorang sepupu saya merupakan seorang perokok, sekarang ia sudah bekerja di suatu perusahaan yang cukup ternama, ia menjadi sering pulang larut malam dikarenakan lembur. Sesampainya dirumah ia masih disibukkan dengan pekerjaan kantornya, biasanya selam a mengerjakan pekrejaan kantornya tersbut ia terus-terusan merokook bahkan tekadang tanpa henti. Hal ini ia lakukan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa stresnya terhadap pekerjaannya. Padahal merokok bukanlah cara yang efektif, bahkan merokok dapat merusak kesehatan diri sendiri dan orang lain. 

No comments:

Post a Comment