Thursday, March 29, 2012

Pengaruh pendidikan pra sekolah terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosio-emosional anak

Pembahasan kali ini mengenai anak-anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya gimana sih anak-anak berkebutuhan khusus itu?




Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. 

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembanganjasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu penting? Ya, karena masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anakuntuk memperoleh proses pendidikan.

Friday, March 23, 2012

Porseni Psikologi USU 2012

Assalamualaikum.. 
kali ini pengen bagi-bagi cerita nih tentang pengalaman pertama ngerayain dies natalisnya Psikologi USU. Dalam rangka perayaan dies natalis Psikologi USU ke 13, Fakultas Psikologi mengadakan beberapa rangkaian acara sebelum menuju acara puncak. Kegiatan pertama yang dilaksanakan yaitu PORSENI, porseni yang diadakan oleh fakultas psikologi ini sebenarnya gak jauh berbeda dengan zaman SMA dulu, yang berbeda sekarang sih suasananya dan penghuninya aja. Porseni kali ini dirayakan bersama para pasien berobat jalan lainnya mulai dari junior sampe para senior yang kadang udah terlanjur cinta sama psikologi sampe gak mau ngelepasin gelar mahasiswa abadinya *ups . Memang sih menurut keterangan para seniornya kalo mau lulus dari psikologi butuh perjuangan yang LUAR BIASA, tapi InsyaAllah bakalan dilewatin dengan lancar *Bismillah*. Back to porseni, serunya porseni ini para dosen dan pegawainya pun gak mau kalah dengan mahasiswa,  mereka juga berjuang mati-matian untuk mendapatkan gelar juara umum di puncak acara nanti, kebayang kan serunya gimana? hehe. 

Ada yang baru nih dari porseni kali ini, bakalan ada supporter terheboh, makanya nih setiap angkatan berusaha mati-matian seheboh dan sebrutal mungkin bikin yel yel saat angkatannya sedang bertanding. Kami sebagai mahasiswa baru sekaligus terbilang masih labil gak mau kalah hebohnya dengan senior. Dikoordinasikan oleh beberapa teman kami seangkatan yang terbilang cukup heboh dan sangat brutal, maka tercipta lah beberapa yel-yel seperti: "SEBELAS BIKIN PANAS" atau "KAMI SEHAT KAMI KUAT, KAMI PINTAR DAN BERBAKAT". Masih ada beberapa yel-yel yang cukup memalukan sebenarnya, tapi yel-yel yang satu ini terinspirasi dari salah seorang teman kami yang bisa dibilang rada error (maklum sih masih tahap awal berobat jalan) "CEMUNGUDH EAA" yap itu dia yel yang sangat berkualitas -____- tapi kami sangat menikmati setiap rangkaian acara. Semoga kegiatan ini dapat menambah kekompakan kami ;D 

Ini dia beberapa moment indah itu....

Opening Ceremony


Ini dia Supporter Angkatan 2011



Tim Futsal Kebanggaan Angkatan 2011 ;D


Sekian Dulu postingan kali ini. Nantikan postingan selanjutnya tentang rangkaian acara menuju puncak Dies Natalis Psikologi USU ke 13.

Wassalamaualaikum :D

Friday, March 16, 2012

Teori Inteligensi Alfred Binet


Kelompok 1


Alfred Binet (1875-1911) memulai suatu usaha pengukuran intelligensi dengan mengikuti metoda Paul Broca yang saat itu sangat popular di kalangan ilmuwan. Pengukuran intelligensi termaksud dilakukan dengan cara mengukur lingkaran tempurung kepala anak-anak (kraniometri).

INTELIGENSI

Inteligensi merupakan suatu keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari.
Konsep mengenai tes inteligensi ini menimbulkan suatu perdebatan, dan sering kali dianggap sebagai reaksi terhadap gagasan bahwa setiap orang memounyai kapasitas mental umum yang dapat diukur dan dikuantifikasi dengan angka. Tetapi kita tidak dapat mengetahui inteligensi seseorang secara langsung melainkn harus dilakukan suatu tes tertulis untuk mengukur inteligensinya.
Beberapa tokoh mendefinisikan inteligensi dalam ruang lingkup yang luas, mereka mengatakan bahwa tingkat inteligensi tidak hanya bisa diukur berdasarkan kemampuan formal saja, tetapi keahlian informal juga harus diperhitungkan dalam mengukur inteligensi, seperti kemampuan bermain musik.
Kecerdasan atau inteligensi manusia mempunyai implikasi sebagai suatu kemampuan untuk :

  • mengklasifikasikan pola-pola objek 
  • beradaptasi (kemampuan belajar)
  • kemampuan menalar secara induktif
  • kemampuan belajar secara deduktif
  • kemampuan mengembangkan konsep
  • kemampuan memahami
Ada pendapat yang mengatakan bahwa inteligensi seseorang dapat dipengaruhi melalui faktor genetik dan asuhan (lingkungan). Faktor genetik merupakan warisan biologis seseorang, sedangkan asuhan merupakan pengalaman lingkungan. 
Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa inteligensi terutama diwarisi dan pengalaman lingkungan hanya memainkan peran minimal dalam manifestasi inteligensi itu. Tetapi ilmuwan lain mengatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan sama-sama memiliki peranan yang penting dalam mempengaruhi tingkat inteligensi seseorang. 

sumber:
Santrock,J.W, Psikologi Pendidikan, 2010, Jakarta : Kencana

Tuesday, March 13, 2012

Psikologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran


Konsep Teknologi Pembelajaran Psikologi pendidikan merupakan cabang ilmu yang mempelajari cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Dalam proses memahami pembelajaran diperlukan suatu teknologi pembelajaran. Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan. Teknologi pembelajaran dibuat untuk membantu dan memudahkan kita dalam memahami sesuatu, seperti dengan menggunakan media audio-visual.

Definisi Teknologi Pembelajaran menurut Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963 yaitu “ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar, mencakup kegiatan : (a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar; (b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan, meliputi : perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.”

Berdasarkan uraian tersebeut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan teknologi pembelajaran dapat memudahkan proses belajar mengajar serta dapat mengembangkan sistem pengajaran yang ada sebelumnya sehingga memberikan variasi dalam sistem pengajaran.

Sumber :
Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Kencana

Saturday, March 10, 2012

Pengaplikasian Email dan Blog sebagai Media Pembelajaran serta Fenomena Pendidikan



Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok Anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan 3 sks T.A 2011/2012  harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian Psikologi Pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya?




Thursday, March 8, 2012

Classical Conditioning

Assalamualaikum :D

Postingan kali ini ada kaitannya dengan salah satu materi psikologi umum II yang beberapa hari lalu baru aja dipelajari. Materinya itu tentang classical conditioning. Bagi yang baru pertama kali dengar istilah ini pasti bingung dan ngerasa ini apasih?? kok makin lama kayaknya psikologi ini makin ngambang aja sih T_T. Yup itu perasaan yang aku rasain saat mulai memasuki semester 2 ini dan menghadapi segudang pelajaran inti psikologi yang rasa-rasanya makin membingungkan. Parahnya lagi, dengan keadaan yang masih belum bisa nerima ilmu psikologi yang sebanyak ini dalam waktu 1 semester, sekarang dosen-dosennya berlomba-lomba ngasi tugas ke mahasiswanya, *SABAR*. Setiap kali ingat tugas rasanya tuh tugas manggil-manggil buat dikerjain *KERJAIN AKU DULU* sambil teriak-teriak -_________- penderitaan makin hari makin bertambah aja. Ini masih semester 2, gimana lagi senior-senior yang lain? tingkat parahnya mungkin udah tak terhingga *lebay*.

Nah, tapi ada pepatah yang bilang tak kenal maka tak sayang. Pepatah yang satu  ini sangat pas kalo dihubungin dengan topik yang kita bahas kali ini, classical conditioning. Tanpa kita sadari sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami classical conditioning loh.

Sebenarnya apasih tuh classical conditioning?
Classical Conditioning adalah suatu bentuk pembelajaran dimana sebelumnya rangsangan netral (CS) dipasangkan dengan unconditioned stimulus (UCS) untuk menghasilkan conditioned respons (CR) yang
 identik dengan dengan unconditioned respons (UCR).

Ribet ya?? Gini nih bahasa sederhananya, kita tuh punya stimulus alamiah yang akan menghasilkan respon alamiah pula (semacam refleks gitu tapi hal ini berbeda). Nah kita dapat mengatur respon kita terhadap sesuatu hal yang tidak mempunyai respon yang tetap saat menghadapinya.

Nah berhubung dosen-dosen di Psikologi ini gaul-gaul dan pecinta teknologi, lagi-lagi kami para mahasiswa/i ini diembankan tugas yang unik dan menantang *apasih* -__- sebenarnya tugas ini gak wajib sih di post di blog, tapi biar seru di post aja deh hihihi.
ini dia tugasnya....


Tugas Classical Conditioning
Kasus yang akan saya jelaskan dalam artikel ini terkait dengan topik classical conditioning adalah tentang “bagaimana memancing rasa senang saat ayah saya pulang shalat jumat”.   
Unconditioning Stimulus           = Es krim
Unconditioning Respons          = Rasa Senang
Conditioning Stimulus              = Ayah pulang shalat jumat
Conditioning Respons              = Rasa senang
            Pada masa anak-anak saya pernah mengalami classical conditioning. Biasanya ketika ayah saya pergi shalat jumat, ketika pulang beliau tidak membawa apa-apa. Tetapi pada suatu hari beliau melakukan kebiasaan yang baru. Biasanya ketika saya mengetahui ayah saya sudah pulang shalat jumat perasaan saya biasa saja. Ayah saya mengetahui bahwa saya sangat menyukai es krim. Jika saya dibelikan es krim maka saya akan sangat senang. Pada suatu hari ayah saya pulang dengan membawa es krim, dan hal ini terus dilakukan ayah saya selama beberapa lama, ketika mengetahui hal itu saya sangat senang. Hingga beberapa tahun kemudian saat saya mulai remaja  ketika beliau pulang shalat jumat tidak membawa es krim saya tetap menyambut beliau dengan gembira karena saya merasa bahwa beliau membawa es krim meskipun kenyataannya beliau tidak membawa es krim. Hal ini terus saya lakukan hingga beberapa bulan, tetapi akhirnya rasa gembira itu semakin lama semakin berkurang karena setiap pulang shalat jumat ayah saya tidak pernah membawa es krim lagi.

UCS (Es krim )   menghasilkan  UCR ( rasa senang )

UCS (Es krim ) + CS ( ayah pulang shalat jumat )     menghasilkan    UCR (rasa senang)

CS ( Ayah pulang shalat jumat )     menghasilkan      CR ( Rasa Senang )


Tetapi karena pemberian stimuus ini tidak dilakukan lagi maka semakin lama respon yang dihasilkan pun semakin berubah dan akhirnya kembali ke respon awal.

Sekarang lebih jelas kan apa itu classical conditioning? ternyata gak serumit yang dibayangkan kan? Memang itulah psikologi, terkadang sesuatu itu bisa menjadi sangat sederhana dan gak sesulit yang dibayangkan. 

Sekian dulu postingan kali ini. Nantikan postingan selanjutnya yaaa :D 

Assalamualaikum :D

Wednesday, March 7, 2012

Psikologi Pendidikan dan Media pembelajaran

Pendidikan dan media pembelajaran merupakan dua hal yang memilki kaitan yang sangat erat, karena pendidikan tidak akan berlangsung jika tidak ada media yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar tersebut. misalnya, didalam proses belajar mengajar dibutuhkan buku-buku pelajaran, OHP, Komputer, internet, dll beberapa hal tersebut merupakan contoh dari media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar agar tercipta suasana mengajar yang efektif. 
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. 

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar.
Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar. 
Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.

Beberapa media pembelajaran : 
a) Media visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik.
b) Media Audio : radio, tape recorder, lab bahasa, dll.
c) projected motion media : film, tv, video, komputter, dll.

Tujuan menggunakan media pembelajaran :
a) mempermudah proses belajar mengajar 
b) meningkatkan efisiensi belajar mengajar
c) menjaga relevansi dengan tujuan belajar
d) membantu konsentrasi belajar mahasiswa
e) menurut gagne: komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar
f) menurut Briggs : wahana fisik yang mengandung materi instruksional
g) menurut schramm : teknologi pembawa informasi

Dalam penggunaan media pembelajaran ini, harus diperhatikan beberapa hal dalam penggunaannya, harus disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. seorang guru / fasilitator harus dapat mengembangkan media pembelajaran yang digunakan dengan baik dalam menyampaikan bahan ajar  agar murid dapat memahami apa yang diajarkan secara maksimal dan memperoleh hasil belajar yang baik. 

Sumber :
Santrock,J.W. (2010). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua, Jakarta : Kencana




Cerita Indah di Psikologi

Assalamualaikum...

Halo semuanyaaa mau cerita ni tentang pengalaman kuliah di psikologi usu. Kuliah itu emang suatu hal yang sangat menyenangkan sekaligus penuh tantangan, disini kita harus belajar mandiri dan gak bisa lagi bergantung sama orang tua, kita mulai belajar menjadi dewasa dan bertanggung jawab atas diri kita sendiri. 

Lulus di fakultas psikologi usu merupakan hal yang gak pernah kebayang sebelumnya karena menjadi psikolog emang bukan cita-citaku, cita-citaku sebelumnya sama seperti orang kebanyakan *pasaran* pengen jadi dokter, tapi Allah SWT berkehendak lain dan meluluskan ku di psikologi *alhamdulillah* (rencana ditangan kita keputusan ditangan Allah) Awalnya sih masih agak ragu buat menetap di psikologi ini dan rasanya ada keinginan yang kuat untuk tetap meraih cita-cita. Tapi seiring berjalannya waktu kayaknya mulai jatuh cinta nih sama psikologi *ceilah* hehehe. Ternyata kuliah di psikologi tuh seru dan banyak sisi positifnya loh, kalo kata orang-orang sih kayak berobat jalan gitu, memperbaiki jiwa dan perilaku sendiri hehe. 

Awal masuk psikologi ada kekhawatiran tersendiri sih tentang pergaulan yang bakalan dijalanin, banyak pikiran-pikiran aneh di otak, kayak "nanti bakalan dapat temen gak ya?" "temennya baik-baik gak ya?" akhirnya setelah dijalanin semua pertanyaan itu terjawab sudah. Dibalik susahnya kuliah di psikologi karena tugasnya yang super duper banyak, tapi masih ada cerita indah terselip disana. Di psikologi banyak teman-teman yang bisa diajak senasib sepenanggungan walaupun kadang masih ada pro kontra hehe tapi itu wajar karena pikiran tiap orang kan beda-beda ya nggak hehe. tapi kita tetep bisa sama-sama kok walaupun belum sampe  tahun kenal tapi semoga keakraban ini bisa bertahan lama yaa amin... mereka yang senasib sepenanggungan itu adalah vika, bibah, dinda rizvina, dinda, indah, ade, citra...ini dia temen-temen yang luar biasa itu... 

ulang tahunnya indah nih

nikahannya kakak dindaa :D 


Itu tadi seputar cerita indah di psikologi yang menjadi permulaan yang indah dalam mengisi hari-hari di psikologi, semoga kita semua bisa jadi psikolog yang hebat yaaaa *amin* dan bisa menjalani hari-hari yang mungkin penuh liku-liku di psikologi ini *apasih* -________-

sekian dulu yaaa nantikan postingan berikutnya..... :D :D


Monday, March 5, 2012

Psikologi Pendidikan dan Fenomena Pendidikan


Psikologi Pendidikan dan Fenomena Pendidikan
Psikologi secara etimologis, berasal dari kata psyche yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan logos atau ilmu. Selain itu, seorang ilmuwan bernama Rebek(1988) mengemukakan bahwa Psikologi pada mulanya digunakan para ilmuwan dan para filosof untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam makhluk hidup mulai dari yang primitif sampai yang modern. Namun ternyata tidak cocok, dikarenakan menurut para ilmuwan dan filosof, psikologi memiliki batasan-batasan tertentu yang berada di luar kaidah keilmuan dan etika falsafi. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses mental.
Pendidikan secara harfiyah adalah usaha sadar yang di lakukan oleh pendidik terhadap peserta didik, untuk mewujudkan tercapainya perubahan tingkah laku, budi pekerti, keterampilan, dan kepintaran secara intelektual, emosional dan spiritual.
Jadi, Psikologi Pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami proses belajar dan mengajar dalam lingkungan pendidikan.
Pendapat Tokoh Psikologi Pendidikan :
1.      William James (1842-1910)
Memberikan serangkaian kuliah yang bertajuk “Talk to Teacher”. Dalam kuliah ini James mendiskusikan tentang aplikasi psikologi untuk mendidik anak. James memberikan sumbangan pemikiran akan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar dikelas guna meningkatkan mutu pendidikan.

2.      John Dewey
Dewey mengatakan bahwa :
 a) anak-anak merupakan pembelajar aktif (active learner)
 b) Pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat      kemampuan anak untuk beradaptasi di lingkungannya
c) Semua anak layak mendapatkan pendidikan
     3.    E.L Thorndike
            Berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran pada anak.
            Psikologi pendidikan menitikberatkan konsentrasinya dalam persoalan pembelajaran, yakni persoalan yang erat kaitannya dengan peserta didik, oleh karena itu yang menjadi sasaran utama dalam dunia psikologi pendidikan adalah para pendidik ataupun guru. Para pendidik ini dtuntut untuk menguasai psikologi pendidikan agar dalam proses belajar mengajar mereka mampu menjalankan fungsinya sebagai tenaga pengajar dan mampu menciptakan kondisi yang efektif selama proses belajar mengajar berlangsung.

FENOMENA PENDIDIKAN
           
Banyak fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia, fenomena-fenomena tersebut sudah lazim terjadi bahkan dapat dengan mudah kita jumpai di sekitar kita. Salah satu fenomena pendidikan yang terjadi di Indonesia adalah adanya kesenjangan sosial yang mengakibatkan terjadinya perbedaan kualitas pendidikan yang diperoleh. Kehidupan di perkotaan cenderung memiliki kualitas pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan di pedesaan. Pendidikan di perkotaan jauh lebih canggih dan lebih modern dibandingkan di pedesaan yang bahkan terkadang memiliki bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai. Tidak hanya itu, sekolah yang ada di pedesaan terkadang memiliki jarak yang cukup jauh dari pemukiman warga yang menyebabkan anak-anak yang ingin ke sekolah harus berjalan kaki  berjam-jam bahkan harus menyeberangi sungai dengan jembatan yang hampir ambruk. Seperti  yang baru-baru ini diberitakan bahwa di daerah Banten anak-anak menyeberangi jembatan yang terputus demi berangkat ke sekolah, tentu saja hal ini membahayakan diri mereka sendiri. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kualitas dan fasilitas pendidikan yang disediakan di perkotaan. Anak-anak di perkotaan dapat dengan mudah berangkat ke sekolah tanpa harus menyeberangi sungai terlebih dahulu, selain itu sekolah mereka sudah berstandar internasional dengan kualitas staf pengajar yang jauh lebih baik dibandingkan staf pengajar di pedesaan. Hal ini seharusnya sudah dapat diperbaiki oleh pemerintah dengan membentuk suatu sistem pendidikan yang baru yang dapat memberikan kualitas dan fasilitas pendidikan yang merata di berbagai daerah di Indonesia karena setiap anak memiliki hak yang sama dalam dunia pendidikan tanpa harus membedakan status sosial.Dengan begitu kualitas pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi.
Sumber:

Saturday, March 3, 2012

Blogging itu seru loh!!

Assalamualaikum...ini merupakan postingan kedua saya setelah membuat blog ini. Awalnya blog ini dibuat untuk kepentingan kuliah aja sih yaitu mata kuliah Psikologi pendidikan. Mata kuliah ini mewajibkan setiap mahasiswa/i yang mengambil mata kuliah tersebut memiliki blog yang nantinya dapat digunakan sebagai media untuk mengerjakan tugas dan media untuk menunjukkan kreativitas setiap mahasiswanya, menurut saya hal ini merupakan ide yang sangat keren sekaligus efisien bagi kami para mahasiswa yang memiliki keuangan pas-pas an kalo harus terus-terusan ngerjain tugas pake kertas/hardcopy *curcol hehe. Tapi ngerjain tugas melalui blog ini memberikan saya pengalaman yang baru dan luar biasa, karena tadinya saya mikirnya kalo nge-blog itu repot dan susah, tapi karena mata kuliah ini saya jadi harus belajar tentang gimana sih nge-blog itu?, sesusah apa sih blog itu?, seru gak sih nge-blog? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang biasanya saya pertanyakan kini terjawab sudah, ternyata blogging itu SERU!! KEREN!!  disini kita berasa punya dunia sendiri dan bebas berkreasi, jadi intinya saya ga nyesel buat blog ini meskipun niat awalnya cuma buat tugas tapi kayaknya sekarang niatnya udah berubah jadi tempat seru-seruan sekaligus buat tugas pastinya.. hehe.. 
Semoga blog ini bisa terus berjalan dan semakin hari semaaaaakin seruu ;D


Friday, March 2, 2012

Haloooo :D

Assalamualakum...
Halo teman-teman saya Defi Chairunisa mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara 2011 (agak promosi hehe xD), kalian bisa memanggil saya dengan "Defi". Saya lahir di Medan , 09 juni 1993(yang satu ini penting untuk diingat :D). Saya anak pertama dari dua bersaudara, kami berdua perempuan. adik say 2 tahun lebih muda dari saya, tapi kalo kata orang-orang sih kami "sangat mirip" padahal kayaknya sih kenyataannya biasa aja hehe. tapi silahkan dinilai sendiri, let's check it out ;)

Beda kan? jelas beda!! hayoo tebak saya yang manaaa... eng ing eng.... saya yang disebelah kiri dong hehe. Saya masih pemula sekali dalam urusan blogging ini jadi agak gimana yaa hehe (merasa paling gaptek *ups). Berhubung saya tidak terlalu mahir merangkai kata sekian dulu perkenalan dari saya nantikan artikel-artikel selanjutnya yang pasti lebih menarik :D . 
Wassalamualaikum.....