Thursday, March 8, 2012

Classical Conditioning

Assalamualaikum :D

Postingan kali ini ada kaitannya dengan salah satu materi psikologi umum II yang beberapa hari lalu baru aja dipelajari. Materinya itu tentang classical conditioning. Bagi yang baru pertama kali dengar istilah ini pasti bingung dan ngerasa ini apasih?? kok makin lama kayaknya psikologi ini makin ngambang aja sih T_T. Yup itu perasaan yang aku rasain saat mulai memasuki semester 2 ini dan menghadapi segudang pelajaran inti psikologi yang rasa-rasanya makin membingungkan. Parahnya lagi, dengan keadaan yang masih belum bisa nerima ilmu psikologi yang sebanyak ini dalam waktu 1 semester, sekarang dosen-dosennya berlomba-lomba ngasi tugas ke mahasiswanya, *SABAR*. Setiap kali ingat tugas rasanya tuh tugas manggil-manggil buat dikerjain *KERJAIN AKU DULU* sambil teriak-teriak -_________- penderitaan makin hari makin bertambah aja. Ini masih semester 2, gimana lagi senior-senior yang lain? tingkat parahnya mungkin udah tak terhingga *lebay*.

Nah, tapi ada pepatah yang bilang tak kenal maka tak sayang. Pepatah yang satu  ini sangat pas kalo dihubungin dengan topik yang kita bahas kali ini, classical conditioning. Tanpa kita sadari sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami classical conditioning loh.

Sebenarnya apasih tuh classical conditioning?
Classical Conditioning adalah suatu bentuk pembelajaran dimana sebelumnya rangsangan netral (CS) dipasangkan dengan unconditioned stimulus (UCS) untuk menghasilkan conditioned respons (CR) yang
 identik dengan dengan unconditioned respons (UCR).

Ribet ya?? Gini nih bahasa sederhananya, kita tuh punya stimulus alamiah yang akan menghasilkan respon alamiah pula (semacam refleks gitu tapi hal ini berbeda). Nah kita dapat mengatur respon kita terhadap sesuatu hal yang tidak mempunyai respon yang tetap saat menghadapinya.

Nah berhubung dosen-dosen di Psikologi ini gaul-gaul dan pecinta teknologi, lagi-lagi kami para mahasiswa/i ini diembankan tugas yang unik dan menantang *apasih* -__- sebenarnya tugas ini gak wajib sih di post di blog, tapi biar seru di post aja deh hihihi.
ini dia tugasnya....


Tugas Classical Conditioning
Kasus yang akan saya jelaskan dalam artikel ini terkait dengan topik classical conditioning adalah tentang “bagaimana memancing rasa senang saat ayah saya pulang shalat jumat”.   
Unconditioning Stimulus           = Es krim
Unconditioning Respons          = Rasa Senang
Conditioning Stimulus              = Ayah pulang shalat jumat
Conditioning Respons              = Rasa senang
            Pada masa anak-anak saya pernah mengalami classical conditioning. Biasanya ketika ayah saya pergi shalat jumat, ketika pulang beliau tidak membawa apa-apa. Tetapi pada suatu hari beliau melakukan kebiasaan yang baru. Biasanya ketika saya mengetahui ayah saya sudah pulang shalat jumat perasaan saya biasa saja. Ayah saya mengetahui bahwa saya sangat menyukai es krim. Jika saya dibelikan es krim maka saya akan sangat senang. Pada suatu hari ayah saya pulang dengan membawa es krim, dan hal ini terus dilakukan ayah saya selama beberapa lama, ketika mengetahui hal itu saya sangat senang. Hingga beberapa tahun kemudian saat saya mulai remaja  ketika beliau pulang shalat jumat tidak membawa es krim saya tetap menyambut beliau dengan gembira karena saya merasa bahwa beliau membawa es krim meskipun kenyataannya beliau tidak membawa es krim. Hal ini terus saya lakukan hingga beberapa bulan, tetapi akhirnya rasa gembira itu semakin lama semakin berkurang karena setiap pulang shalat jumat ayah saya tidak pernah membawa es krim lagi.

UCS (Es krim )   menghasilkan  UCR ( rasa senang )

UCS (Es krim ) + CS ( ayah pulang shalat jumat )     menghasilkan    UCR (rasa senang)

CS ( Ayah pulang shalat jumat )     menghasilkan      CR ( Rasa Senang )


Tetapi karena pemberian stimuus ini tidak dilakukan lagi maka semakin lama respon yang dihasilkan pun semakin berubah dan akhirnya kembali ke respon awal.

Sekarang lebih jelas kan apa itu classical conditioning? ternyata gak serumit yang dibayangkan kan? Memang itulah psikologi, terkadang sesuatu itu bisa menjadi sangat sederhana dan gak sesulit yang dibayangkan. 

Sekian dulu postingan kali ini. Nantikan postingan selanjutnya yaaa :D 

Assalamualaikum :D

1 comment:

  1. Isi blognya bagus,
    apalagi kalau template format tata letaknya di bagusin juga :D
    coba deh area untuk tulisan diperlebar...dan hurufnya juga diperbesar.
    salam kenal,
    mampir ke blog ku juga yah
    http://meefroism.blogspot.com/

    ReplyDelete